post-image

UNIVERSITAS NGURAH RAI GELAR WORKSHOP PENYUSUNAN/PENYESUAIAN STANDAR DIKTI DAN PERANGKAT SPMI

DENPASAR – Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, Universitas Ngurah Rai (UNR) secara resmi menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan/Penyesuaian Standar Pendidikan Tinggi (Standar DIKTI) dan Perangkat SPMI. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 10–11 Juli 2026.

Workshop yang diinisiasi oleh Badan Penjaminan Mutu dan Pengembangan Akademik (BPMPA) Universitas Ngurah Rai ini digelar sebagai respons proaktif terhadap dinamisnya regulasi pendidikan tinggi di Indonesia. Secara khusus, penyusunan dan penyesuaian dokumen mutu kali ini mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, yang menjadi landasan hukum terbaru dalam menetapkan standar nasional pendidikan tinggi.

Sinergi Lintas Unit demi Budaya Mutu

Kegiatan ini menjadi forum krusial yang mempertemukan seluruh elemen pemangku kepentingan di lingkungan Universitas Ngurah Rai. Hadir dalam lokakarya tersebut jajaran pimpinan universitas, dekanat dari berbagai fakultas, ketua program studi (kaprodi), serta kepala unit dan lembaga terkait.

Kehadiran seluruh unsur pimpinan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memetakan kebutuhan institusi, serta menyusun dokumen perangkat SPMI yang tidak hanya patuh pada regulasi pemerintah, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, perwakilan dari BPMPA menegaskan bahwa penjaminan mutu bukanlah sebuah proses statis, melainkan siklus berkelanjutan (Continuous Quality Improvement). Melalui regulasi baru Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025, perguruan tinggi dituntut untuk lebih fleksibel namun tetap akuntabel dalam menetapkan standar mutu yang melampaui standar nasional.

Fokus Utama Workshop

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta terlibat aktif dalam sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan pembedahan draf dokumen. Beberapa fokus utama yang menjadi pembahasan meliputi:

  1. Rekonstruksi Dokumen Kebijakan SPMI: Menyesuaikan visi strategis universitas dengan klasterisasi regulasi terbaru.

  2. Penyusunan Manual dan Standar DIKTI: Merumuskan parameter penilaian baru yang mencakup bidang akademik dan non-akademik.

  3. Pengembangan Formulir Mutu: Menyempurnakan instrumen dan perangkat evaluasi guna mempermudah proses Audit Mutu Internal (AMI) di tingkat program studi.

Komitmen Menuju Tata Kelola yang Akuntabel

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Universitas Ngurah Rai menegaskan kembali komitmennya dalam menghadirkan tata kelola pendidikan yang berkualitas tinggi, transparan, dan akuntabel. Output dari kegiatan ini diharapkan dapat segera diimplementasikan di seluruh unit kerja demi mewujudkan budaya mutu (quality culture) yang berkesinambungan.

Dengan kesiapan perangkat SPMI yang baru, Universitas Ngurah Rai optimistis dapat terus mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi serta mampu menjawab tantangan kebutuhan industri global di masa depan. (HUMAS/UNR)